Dalam Kitab Taurat, nama Zat yang maha Esa itu ada 300 banyaknya yang ditulis menurut bahasa Taurat, dalam Kitab Zabur juga ada 300 banyaknya nama Zat yang maha esa itu yang ditulis dengan bahasa Zabur.
Dalam Kitab Injil juga ada 300 banyaknya nama Zat yang Esa itu yang ditulis dengan bahasa Injil, dan dalam Kitab Al-Qur’an juga ada 99 nama Zat yang esa itu ditulis dalam bahasa Arab. Jika kita berhitung maka dari keempat kitab itu yang ditulis berdasarkan versinya, maka akan ada 999 nama bagi zat yang maha esa itu, dari jumlah tersebut maka yang 998 nama itu, adalah nama dari Sifat Zat yang maha Esa, sedangkan nama dari pada Zat yang maha esa itu hanya satu saja, yaitu “ ALLAH ”.
Diterangkan didalam Kitab Fathurrahman, berbahasa Arab, yaitu pada halaman 523. disebutkan bahwa nama Allah itu tertulis didalam Al-Qur’an sebanyak 2.696 tempat.
Apa kiranya hikmah yang dapat kita ambil mengapa begitu banyak nama Allah, Zat yang maha Esa itu bagi kita…?
Allah, Zat yang maha esa, berpesan :
“ Wahai Hambaku janganlah kamu sekalian lupa kepada namaku “
Maksudnya : Allah itu namaku dan Zatku, dan tidak akan pernah bercerai, Namaku dan Zatku itu satu.
Allah Swt juga telah menurunkan 100 kitab kepada para nabi-nabinya, kemudian ditambah 4 kitab lagi sehingga jumlah keseluruhan kitab yang telah diturunkan-Nya berjumlah 104 buah kitab, dan yang 103 buah kitab itu rahasianya terhimpun didalam Al-Qur’annul karim, dan rahasia Al-Qur’annul karim itu pun rahasianya terletak pada kalimah “ALLAH”.
Begitu pula dengan kalimah La Ilaha Ilallah, jika ditulis dalam bahasa arab ada 12 huruf, dan jika digugurkan 8 huruf pada awal kalimah La Ilaha Ilallah, maka akan tertinggal 4 huruf saja, yaitu Allah.
Makna kalimah ALLAH itu adalah sebuah nama saja, sekalipun digugurkan satu persatu nilainya tidak akan pernah berkurang, bahkan akan mengandung makna dan arti yang mendalam, dan mengandung rahsia penting bagi kehidupan kita selaku umat manusia yang telah diciptakan oleh Allah Swt dalam bentuk yang paling sempurna.
ALLAH jika diarabkan maka Ia akan berhuruf dasar Alif, Lam diawal, Lam diakhir dan Ha. Seandai kata ingin kita melihat kesempurnaannya maka gugurkanlah satu persatu atau huruf demi hurufnya.
• Gugurkan huruf pertamanya, yaitu huruf Alif (ا ), maka akan tinggal 3 huruf saja dan bunyinya tidak Allah lagi tetapi akan berbunyi Lillah, artinya bagi Allah, dari Allah, kepada Allahlah kembalinya segala makhluk.
• Gugurkan huruf keduanya, yaitu huruf Lam awal (ل ), maka akan tinggal 2 huruf saja dan bunyinya tidak lillah lagi tetapi akan berbunyi Lahu.
Lahu Mafissamawati wal Ardi, artinya Bagi Allah segala apa saja yang ada pada tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.
• Gugurkan huruf ketiganya, yaitu huruf Lam akhir ( ل), maka akan tinggal 1 huruf saja dan bunyinya tidak lahu lagi tetapi Hu, Huwal haiyul qayum, artinya Zat Allah yang hidup dan berdiri sendirinya.
Kalimah HU ringkasnya dari kalimah Huwa, sebenarnya setiap kalimah Huwa, artinya Zat, misalnya :
Qul Huwallahu Ahad., artinya Zat yang bersifat kesempurnaan yang dinamakan Allah. Yang dimaksud kalimah HU itu menjadi berbunyi AH, artinya Zat.
Bagi sufi, nafas kita yang keluar masuk semasa kita masih hidup ini berisi amal bathin, yaitu HU, kembali napas turun di isi dengan kalimah ALLAH, kebawah tiada berbatas dan keatas tiada terhingga.
Perhatikan beberapa pengguguran – pengguguran dibawah ini :
Ketahui pula olehmu, jika pada kalimah ALLAH itu kita gugurkan Lam (ل ) pertama dan Lam (ل ) keduanya, maka tinggallah dua huruf yang awal dan huruf yang akhir (dipangkal dan diakhir), yaitu huruf Alif dan huruf Ha (dibaca AH).
Kalimah ini (AH) tidak dibaca lagi dengan nafas yang keluar masuk dan tidak dibaca lagi dengan nafas keatas atau kebawah tetapi hanya dibaca dengan titik.
Kalimah AH, jika dituliskan dengan huruf Arab, terdiri 2 huruf, artinya dalam bahasa disebutkan INTAHA (Kesudahan dan keakhiran), seandai saja kita berjalan mencari Allah tentu akan ada permulaannya dan tentunya juga akan ada kesudahannya, akan tetapi kalau sudah sampai lafald Zikir AH, maka sampailah perjalanan itu ketujuan yang dimaksudkan. (Silakan bertanya kepada ahlinya)
Selanjutnya gugurkan Huruf Awalnya, yaitu huruf ALIF dan gugurkan huruf akhirnya, yaitu huruf HA, maka akan tersisa 2 buah huruf ditengahnya yaitu huruf LAM pertama (Lam Alif) dan huruf LAM kedua ( La Nafiah). Qaidah para sufi menyatakan tujuannya adalah Jika berkata LA (Tidak ada Tuhan), ILLA (Ada Tuhan), Nafi mengandung Isbat, Isbat mengandung Nafi tiada bercerai atau terpisah Nafi dan Isbat itu.
Selanjutnya gugurkan huruf LAM kedua dan huruf HU, maka yang tertinggal juga dua huruf, yaitu huruf Alif dan huruf Lam yang pertama, kedua huruf yang tertinggal itu dinamai Alif Lam La’tif dan kedua huruf itu menunjukkan Zat Allah, maksudnya Ma’rifat yang sema’rifatnya dalam artian yang mendalam, bahwa kalimah Allah bukan NAKIRAH, kalimah Allah adalah Ma’rifat, yakni Isyarat dari huruf Alif dan Lam yang pertama pada awal kalimah ALLAH.
Gugurkan tiga huruf sekaligus, yaitu huruf LAM pertama, LAM kedua, dan HU maka tinggallah huruf yang paling tunggal dari segala yang tunggal, yaitu huruf Alif (Alif tunggal yang berdiri sendirinya).
Berilah tanda pada huruf Alif yang tunggal itu dengan tanda Atas, Bawah dan depan, maka akan berbunyi : Aa.Ie.Uu dan setiap berbunyi A maka dipahamhan Ada Zat Allah, begitu pula dengan bunyi I dan U, dipahamkan Ada Zat Allah dan jika semua bunyi itu (A.I.U) dipahamkan Ada Zat Allah, berarti segala bunyi/suara didalam alam, baik itu yang terbit atau datangnya dari alam Nasar yang empat (Tanah, Air, Angin dan Api) maupun yang datangnya dan keluar dari mulut makhluk Ada Zat Allah.
Penegasannya bunyi atau suara yang datang dan terbit dari apa saja kesemuanya itu berbunyi ALLAH, nama dari Zat yang maha Esa sedangkan huruf Alif itulah dasar (asal) dari huruf Arab yang banyaknya ada 28 huruf.
Dengan demikian maka jika kita melihat huruf Alif maka seakan-akan kita telah melihat 28 huruf yang ada. Lihat dan perhatikan sebuah biji pada tumbuh-tumbuhan, dari biji itulah asal usul segala urat, batang, daun, ranting, dahan dan buahnya.
Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah.
Pandang yang satu kepada yang banyak dan pandang yang banyak kepada yang satu maka yang ada hanya satu saja yaitu satu Zat dan dari Zat itulah datangnya Alam beserta isinya.
Al-Qur’an yang jumlah ayatnya 6666 ayat akan terhimpun kedalam Suratul Fateha, dan Suratul Fateha itu akan terhimpun pada Bismillah, dan Bismillah itupun akan terhimpun pada huruf BA, dan huruf BA akan terhimpun pada titiknya (Noktah). Jika kita perhatikan dengan teliti maka titik itulah yang akan menjadi segala huruf, terlihat banyak padahal ia satu dan terlihat satu padahal ia banyak.
Selanjutnya Huruf-huruf lafald Allah yang telah digugurkan maka tinggallah empat huruf yang ada diatas lafald Allah tadi, yaitu huruf TASYDID (bergigi tiga, terdiri dari tiga huruf Alif) diatas Tasydid adalagi satu huruf Alif.
Keempat huruf Tasydid itu adalah isyarat bahwa Tuhan itu Ada, maka wajib bagi kita untuk mentauhidkan Asma Allah, Af’al Allah, Sifat Allah dan Zat Allah.
Langkah terakhir gugurkan keseluruhannya, maka yang akan tinggal adalah kosong.
LA SAUTUN WALA HARFUN, artinya tidak ada huruf dan tiada suara, inilah kalam Allah yang Qadim, tidak bercerai dan terpisah sifat dengan Zat.
Tarku Mayiwallah (meninggalkan selain Allah) Zat Allah saja yang ada.
La Maujuda Illallah (tidak ada yang ada hanya Allah)
Saturday, 24 March 2012
Monday, 26 September 2011
~Perjalanan Pertemuan Diri Dalam Cermin Kehidupan~
Dalam pengajian Ilmu Hakikat adalah dilarang sama sekali mendatangi dan juga pengetahuan ini di sampaikan kepada Ulama Syarii dan adalah di nasihatkan supaya bertanya, berguru dengan ahli hakikat lagi makrifat lagi Mursyid.Jangan sesekali kata sesat nescaya sesat itu akan balik pada diri sendiri yang mengata.!!!
Selain dari cara syariaat dan cara tarikat,terdapat satu lagi untuk merapatkan hubungan antara hamba dan tuhannya iaitu cara jalan hakikat.Cara hakikat merupakan cara yang ketiga iaitu satu cara mendalami ilmu hakikat dengan menyelami dan mengenali diri sendiri, yang merupakan satu - satu jalan yang di lalui oleh wali - wali Allah, ariffinbillah dan para - para aulia.
Mereka yang menjalani pengajian ilmu hakiki ini akan beriktiar dengan tekun dan tabah untuk merapatkan hubungan dengan dirinya dengan Allah S.W.T.,dengan cara membongkar menyeliki dan menyaksikan diri sendiri iaitu diri rahsia yang di tanggung oleh dirinya dan berusaha untuk membentuk dinya menjadi kamil - mukamil.
Bagi mereka yang ingin melalui cara hakiki ini adalah di nasihatkan terlebih dahulu melalui cara Tarukat dan berjaya pula membersihkan dirinya dari dari segala bentuk syirik “saghir”, syirik “khafi” dan dan syirik “jalli.” Mereka hendaklah menjalani perguruan dengan guru - guru hakiki dan makrifat serta muryid yang mempunyai pengetahuan yang luas serta mencapai pula ke tahap martabatnya.#Untuk pengetahuan lebih jelas silalah bertanya dengan guru - guru, makrifat lagi mursyid.
Orang - orang hakiki yang sampai pada martabatnya bukan saja mulia di sisi Allah malah mendapat pula kemuliannya di tengah masyarakat. Adalah perlu ditegaskan di sini matlamat akhir pengajian HAKIKAT adalah untuk megembalikan diri Asal Mu Mula Allah iaitu pada Zahir dan Batin yakni pada diri zahir dan diri batin pada martabat kemuliaan insan Kamil mukamil. Tiada sesuatu pun pada dirinya kecuali Allah semata - mata. Dan balik mu semula Allah.
Untuk itu pengajian hakikat ini mestilah ada kesinambungan dengan pengajian Makrifat. Sesungguhnya kata hakikat dan makrifat dua perkataan yang tidak boleh di pisahkan.
~Batu Besi Penahan Diri Ainunhayat~
Badal besi .batu delima ahkid ,cincin petah ular muna,besi haikal delima putih,adalah pemberian sang maha pencipta alam semesta pada hamba yg benar perkataanya atas kehidupan dan di beri petanggungjawab bagi memilikinya dgn rasa sentiasa tunduk rukuk dan sujud atas kehendak nya Allah, yg memelihara atas diri yg di sabit kan petolongan zatnya yg di berikan pada barang tersebut di atas, insyaallah
~Pelita Cemeni Purba~
Pelita purba ni sudah lama di lupakan,kian hari dan waktu, Tanpa ia di dalam kehidupan lampau,kita tidak mengenal apa erti Terang dan Menerangi.
~Batu-Batu Aura Ainunhayat~
Setiap keindahan itu ada rahsianya yg tersembunyi didalam kilau kilauanya, Dan setiap yg terbentuk itu ada kekuatan yg di anugerahkan sehingga terpancar aura kehidupan yg digelar batu permata Ainunhayat
Sunday, 25 September 2011
Sejarah Awal Silat Getar Safta Cempaka & Ilmu Perubatan Islam~
Bismillahirrohmaanirrohiim...Alhamdulillah Syukur Saya Kehadrat Ilahi Kerana Di Kesempatan ini Dapatlah Saya Yang Dhoif Lagi Fakir ini Berkongsi Serba-Sedikit tentang Asal-Usul Ilmu Persilatan SABIL GETAR SAFTA CEMPAKA DAN SEDIKIT SEJARAH AWAL ASAL USUL PERUBATAN ISLAM.
Pada asalnya Persilatan ini datangnya daripada peperangan khondak(parit) yang dibawa Oleh SAYYIDINA HAMZAH Yang Dikenali Sebagai HARIMAU ALLAH HARIMAU RASULALLAH atau dikenali sebagai PERISAI RASULALLAH. Persilatan ini banyak menggunakan teknik "TANGAN PENDEK" dalam menggunakan kelebihan pancaindera, ia dapat menghasilkan pelbagai corak "TANGAN" dan "RUANG" untuk menghasilkan benteng yang baik dalam mengelirukan pihak lawan sebagaimana yang difirman Allah dalam surah Al-Anfal ayat 12 :" Ingatlah ketika Allah mewahyukan kepada para Malaikat sesungguhnya Aku bersama kamu wahai insan, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang telah beriman, kelak aku akan berikan ketakutan didalam hati musuh, maka pukullah diatas leher mereka dan pukullah tiap-tiap di hujung jari mereka". Ibnu Abbas mengatakan bahawa ayat ini diturunkan ketika terjadinya perang Badar, khandak. maksud Ibnu Abbas : "janganlah kamu membunuh seorang pun dari kaum muslimin. Jika berlaku pertempuran dan peperangan sasaran yang sesuai untuk mematikan pihak lawan adalah LEHER tetapi bilamana lawan memakai baju besi sehingga sulit dikalahkan maka TANGANNYA dilumpuhkan agar tidak dapat memegang senjata seperti tombak, pedang dan lain-lain sehingga mudah ditawan. Persilatan kuno ini datang ke Tanah Melayur melalui Ulama'-ulama' yang asalnya datang daripada HadrolMaut yang dipelopori dan dibawa oleh Sheikh Jalaluddin Amir Muazzam Shah dari Hadrolmaut dan Sheikh Abdul Qodir Jailani sendiri. Ianya telah diperturunkan dari generasi ke generasi sampailah kepada Sheikh Lokman Salleh Kampong Aji,Bota Kiri dan kini diwarisi oleh saya, Sheikh Suhaimi Sheikh Lokman sebagai penyambung warisan Ilmu Persilatan kuno dan Perubatan Islam ini.
Di dalam ilmu persilatan yang di ajar dan diperturunkan oleh Sheikh Jalaluddin Amir Muazzam Shah dan Sheikh Abdul Qodir Jailani kepada Arwah Bapa saya iaitu Sheikh Lokman Salleh, didalamnya juga di selitkan ilmu-ilmu perubatan islam yang meliputi pelbagai aspek. Ia bermula dizaman Tun Abdul Razak sehingga Tun Mahathir Muhamad.
Antara penglibatan beliau didalam perubatan ini, beliau banyak membantu Dengan Izin Tuhan dapat memulihkan pelbagai penyakit-penyakit mistik, salah satunya pernah merawat kecederaan atlit negara Robuan Pit, Jailani Sidek pada tahun 1983 dan pernah menjadi Bomoh Islam pertama di Istana Perak dari Sultan Idris Shah sehingga pemerintahan Sultan Azlan Shah(1984) dan bersara selepas pertabalan beliau. Sheikh Lokman juga dikenali sebagai Bomoh Ajaib Malaysia di zaman beliau. Mungkin anda tidak pernah mengetahuinya dan sebagai anaknya, saya sekadar berkongsi tentang sejarah sebenar tentang kedua-dua ilmu ini.
Semoga apa yang saya nyatakan ini tidak disalah ertikan, dan moga-moga warkah ini sekadar mengimbas kembali perjuangan yang dibawa oleh al-Marhum sheikh Lokman Salleh Bota dan guru-gurunya. Sekalung Al-Fatihah kita sedekahkan kepada beliau dan guru-gurunya, insya Allah.
Bismillahirrohmaanirrohiim...Alhamdulillah Syukur Saya Kehadrat Ilahi Kerana Di Kesempatan ini Dapatlah Saya Yang Dhoif Lagi Fakir ini Berkongsi Serba-Sedikit tentang Asal-Usul Ilmu Persilatan SABIL GETAR SAFTA CEMPAKA DAN SEDIKIT SEJARAH AWAL ASAL USUL PERUBATAN ISLAM.
Pada asalnya Persilatan ini datangnya daripada peperangan khondak(parit) yang dibawa Oleh SAYYIDINA HAMZAH Yang Dikenali Sebagai HARIMAU ALLAH HARIMAU RASULALLAH atau dikenali sebagai PERISAI RASULALLAH. Persilatan ini banyak menggunakan teknik "TANGAN PENDEK" dalam menggunakan kelebihan pancaindera, ia dapat menghasilkan pelbagai corak "TANGAN" dan "RUANG" untuk menghasilkan benteng yang baik dalam mengelirukan pihak lawan sebagaimana yang difirman Allah dalam surah Al-Anfal ayat 12 :" Ingatlah ketika Allah mewahyukan kepada para Malaikat sesungguhnya Aku bersama kamu wahai insan, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang telah beriman, kelak aku akan berikan ketakutan didalam hati musuh, maka pukullah diatas leher mereka dan pukullah tiap-tiap di hujung jari mereka". Ibnu Abbas mengatakan bahawa ayat ini diturunkan ketika terjadinya perang Badar, khandak. maksud Ibnu Abbas : "janganlah kamu membunuh seorang pun dari kaum muslimin. Jika berlaku pertempuran dan peperangan sasaran yang sesuai untuk mematikan pihak lawan adalah LEHER tetapi bilamana lawan memakai baju besi sehingga sulit dikalahkan maka TANGANNYA dilumpuhkan agar tidak dapat memegang senjata seperti tombak, pedang dan lain-lain sehingga mudah ditawan. Persilatan kuno ini datang ke Tanah Melayur melalui Ulama'-ulama' yang asalnya datang daripada HadrolMaut yang dipelopori dan dibawa oleh Sheikh Jalaluddin Amir Muazzam Shah dari Hadrolmaut dan Sheikh Abdul Qodir Jailani sendiri. Ianya telah diperturunkan dari generasi ke generasi sampailah kepada Sheikh Lokman Salleh Kampong Aji,Bota Kiri dan kini diwarisi oleh saya, Sheikh Suhaimi Sheikh Lokman sebagai penyambung warisan Ilmu Persilatan kuno dan Perubatan Islam ini.
Di dalam ilmu persilatan yang di ajar dan diperturunkan oleh Sheikh Jalaluddin Amir Muazzam Shah dan Sheikh Abdul Qodir Jailani kepada Arwah Bapa saya iaitu Sheikh Lokman Salleh, didalamnya juga di selitkan ilmu-ilmu perubatan islam yang meliputi pelbagai aspek. Ia bermula dizaman Tun Abdul Razak sehingga Tun Mahathir Muhamad.
Antara penglibatan beliau didalam perubatan ini, beliau banyak membantu Dengan Izin Tuhan dapat memulihkan pelbagai penyakit-penyakit mistik, salah satunya pernah merawat kecederaan atlit negara Robuan Pit, Jailani Sidek pada tahun 1983 dan pernah menjadi Bomoh Islam pertama di Istana Perak dari Sultan Idris Shah sehingga pemerintahan Sultan Azlan Shah(1984) dan bersara selepas pertabalan beliau. Sheikh Lokman juga dikenali sebagai Bomoh Ajaib Malaysia di zaman beliau. Mungkin anda tidak pernah mengetahuinya dan sebagai anaknya, saya sekadar berkongsi tentang sejarah sebenar tentang kedua-dua ilmu ini.
Semoga apa yang saya nyatakan ini tidak disalah ertikan, dan moga-moga warkah ini sekadar mengimbas kembali perjuangan yang dibawa oleh al-Marhum sheikh Lokman Salleh Bota dan guru-gurunya. Sekalung Al-Fatihah kita sedekahkan kepada beliau dan guru-gurunya, insya Allah.
Subscribe to:
Posts (Atom)